Dalam sebuah short movie
Doraemon yang menceritakan kelahiran Nobita. Saya mendapatkan sebuah
keharuan dalam alur cerita itu. Meski dibeberapa tayangan dibalut dengan
adegan lucu, namun keharuan film tersebut tidak hilang. Film yang
menceritakan tentang kelahiran Nobi Nobita ini memberi beberapa pesan
yang harus diperhatikan oleh orang tua dalam mendidik anaknya, atau
sebaliknya sikap anak terhadap orang tua. Bagi saya, film ini sangat
seru. The Day When I Was Born. Nobita, hari ketika aku dilahirkan.
Nobita sedang berbahagia. (Koleksi gambar di Facebook pribadi)
Suatu hari…
Tam tam tam tatam.. ta ta ta tatam.. tam tam tam tatam…
Begitu cerianya Nobita dalam perjalanan pulangnya dari sekolah, dia
menyanyai penuh kegembiraan. Langkahnya begitu dibuat-buat sehingga ia
seperti sedang menari di atas dunia di hari yang cerah. Dalam nyanyian
keceriaannya, di tengah perjalanan dan di dekat sebuah pohon rindang,
dia mendapati sekumpulan semut yang berbaris panjang membentuk garis
hitam, semut itu berbondong-bondong dan mondar-mandir di jalanan. Nobita
memperhatikan semut-semut itu dengan penuh tanya. Di
sebrang jalan yang menghubungkan barisan semut itu dengan lubangnya, ada
sebuah permen lolipop. Nobita menyimpulkan semut itu sedang bekerjasama
memindahkan permen itu untuk di bawa ke dalam lubangnya. Nobita meski
anak yang bodoh tapi dia baik hati, diambilnya permen itu dan
dipindahkan ke dekat lubang semut-semut itu. Sebetulnya itu tindakan
yang menganggu prilaku alamiah semut, namun bagi Nobita itu sebuah
pertolongan yang berguna. Meski akhirnya semut itu kehilangan “magnet”
yang mempersatukannya dalam barisan yang rapi, sebab setelah Nobita
memindahkan permen itu, semut-semut itu gerakannya jadi liar tidak
menentu, barisannya buyar dan terpencar-pencar mencari permen yang
dipindahkan Nobita. Bahkan beberapa semut memanjat kaki mungil Nobita,
membuatnya merasa terganggu, lalu dia melarikan diri meninggalkan
semut-semut itu. Dan kembali melanjutkan perjalanan dengan nyanyiannya. Tam tam tam tatam.. ta ta ta tatam.. tam tam tam tatam…
Doraemon, Aku Pulang……….
Setalah
berada di dalam kamarpun Nobita belum menghentikannya nyanyianya. Tidak
seperti biasanya, tidak ada rengekan atau aduan pada Doraemon yang
sedang menikmati tidur siangnya. Tidak ada kisah sekolah yang membuatnya
tidak nyaman hari ini. Namun kebiasaan buruk meletakan tas sekolah
sembarangan tidak berubah. Hari ini adalah hari yang sangat
membahagiakan bagi Nobita. Kalender yang menempel di dinding kamarnya
beberapa saat diperhatikan Nobita, nyanyianya pun berhenti. Senyumnya
merekah sangat lebar, matanya berbinar-binar penuh harapan akan
kebahagiaan yang dianggapnya akan datang beberapa saat lagi. Hari ini,
Tanggal 7 Agustus 1969, Hari Ulang Tahun Nobita yang ke 10.
Doraemon
terbangun mendengar teriak manja Nobita yang sedang bahagia. Nobita
benar-benar yakin di hari ini akan mendapat kebahagiaan. Apalagi saat
Doraemon memberitahu bahwa ibunya pergi belanja membeli sesuatu.
Teriaknya semakin girang.
“Nobita…..”
Panggil
ibunya di balik pintu kamar. Nobita sangat senang mendengarnya.
Dibukanya pintu, lalu menyambut ibunya dengan senyumnya yang sangat
lebar. Namun, pemandangan tiba-tiba berubah.
Nobita!!!
Teriak ibunya. Teriakan yang penuh emosi dan ketidak senangannya dengan
kebiasaan Nobita yang suka menyimpan tas sekolah dimana saja. Berawal
dari tas itu, nasihat ibu Nobita pun merembet pada PR
sekolah yang selalu dilupakan Nobita. Nasihatnya terus berlanjut
membahas banyak kegiatan Nobita yang buruk. Nobita masih tidak percaya
dengan semua ini. Ibunya melupakan harinya yang sangat penting, yang
seharusnya dia dimanja pada hari ini dengan berbagai ucapan yang
menyenangkan dan juga hadiah-hadiah ulang tahun yang berharga. Di
sela-sela rentetan nasihat yang terus diucapkan ibunya, Nobita melirik
angka (tanggal) 7 yang telah dilingkarinya dengan pena berwarna merah di
sebuah kalender. Doraemon pun melakukan hal yang sama, dia melirik
tanggal yang telah ditandai Nobita, lalu dia menatap Nobita, dan
tertunduk penuh simpati pada kesedihan Nobita.
Di
langit tiba-tiba awan mendung bergulung dan mengeluarkan sambaran petir.
Tidak lama kemudian hujan turun. Tidak tahan hari ulang tahunnya
dilupakan. Nobita lari meninggalkan ibunya dan Doraemon. Sambil berlari
Nobita merebut tas sekolah yang sedang dipegang ibunya. Melemparkannya
ke lantai lalu menginjaknya. Tangisnya meledak-ledak setelah langkah
kecilnya meninggalkan rumah. Airmatanya tersamarkan dengan tetesan air
hujan yang membasahi wajahnya. Hujan semakin deras.
Tindakan
nekat Nobita ini tidak membuat dirinya lebih baik. Sepulangnya dia
melepaskan kekesalannya dan kesedihannya, kedua orang tuanya kembali
memarahinya dengan nasehat-nasehat yang semakin membuatnya tertekan dan
bersedih.
Di
sudut kamar Nobita menangis terisak-isak. Doraemon hanya duduk tertunduk
tidak bisa melakukan apapun. Tidak ada sesuatu yang terdengar dari
dalam kamar itu selain isak tangis yang semakin menampakan kekecewaan
dan kesedihan.
Nobita
lalu berdiri dan melepaskan nafasnya. Menenangkan diri dan menghentikan
tangisnya. Lalu dia mengambil beberapa buku dan pakaian, dimasukannya
semua itu ke dalam tas sekolahnya. Doraemon hanya bisa duduk dan
menyaksikan semua itu, tidak ada sepatah kata pun yang diucapkan.
Sebelum Nobita pergi meninggalkan kamarnya, dia melihat kalender lagi,
melihat angka 7. Kemudian mencoret-coret angka itu dengan penuh emosi.
Nobita pergi meninggalkan rumah. Payungnya dibuka untuk melindunginya
dari hujan. Di langit terdengar suara petir yag menggelegar.
Tidak
ada sesuatu yang berada di dalam pikiran Nobita selain kemarahan orang
tuanya yang terlalu membuatnya tertekan. Kata-kata orang tuanya terus
menari-nari di dalam pikirannya. Nobita berjalan tak tentu arah, hanya
mengikuti kakinya melangkah. Kesedihannya tidak berhenti. Dia melupakan
makan siang dan sahabat setianya, Doraemon.
Langit
terus menyirami Bumi dengan hujan yang terus turun, kadang kilat
menyala-nyala di langit dibarengi dengan suara petir yang menggelagar, pemandangan
kota semakin gelap dan basah. Nobita semakin jauh meninggalkan rumah.
Doraemon tidak terlihat melayang menggunakan baling-baling bambu.
Sekarang Nobita benar-benar sendirian.
![]() |
| Add caption |
topcartoonwallpapers.blogspot.com
Bersambung…

0 komentar:
Posting Komentar
mohon kritik dan saran dari teman teman semua,,,,thank's